Senin, 12 Juli 2010

Makalah Anggaran Penjualan

BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Perencanaan merupakan satu diantara fungsi-fungsi manajemen, begitu juga dengan pengendalian. Perencanaan dan pengendalian adalah dua hal yang erat kaitannya dengan anggaran. Perencanaan yang telah disiapkan dengan baik, tidak akan ada manfaatnya tanpa ada pengendalian, demikian pula sebaliknya. Anggaran adalah suatu perencanaan terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang, untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu biasanya satu tahun. Budget atau anggaran ini tidak hanya digunakan secara luas sebagai alat untuk perencanaan manajemen, tetapi juga sebagai model akuntansi yang mendasar untuk keperluan pengendalian manajemen. Douglas Garbutt (Management Accounting) menyatakan bahwa anggaran semata-mata merupakan perpaduan antara rencana dan ramalan yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Dia menekankan bahwa anggaran harus merupakan perangkat manajemen, tidak sekedar perhitungan akuntansi belaka. Dengan kata lain, kehadiran anggaran tersebut harus dapat dimanfaatkan. Dengan adanya anggaran dapat dibandingkan antara realisasi dengan yang dianggarkan. Selisih atau penyimpangan yang terjadi diidentifikasi dan dicari penyebabnya atau alasan terjadi penyimpangan atau alasan terjadi penyimpangan. 2. PERUMUSAN MASALAH Manajemen adalah menyusun perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), koordinator (coordinating), dan pengawasan (controling) terhadap orang dan barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. . Berdasarkan pengertian sebelumnya (budget maupun manajemen), dapat disimpulkan bahwa budget sebagai alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan fungsi-fungsinya. Anggaran penjualan merupakan
dasar bagi penyusunan anggaran-anggaran lain, yang didefinisikan sebagai anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis barang yang akan dijual, waktu penjualan, serta tempat penjualannya." (M. Munandar 1998:49 ) dalam hal ini penulis hanya membahas tentang anggaran penjualan dengan judul ”FUNGSI ANGGARAN DALAM MANEJEMEN PENJUALAN” BAB II ISI 1. PENGERTIAN ANGGARAN PENJUALAN Yang dimaksud dengan anggaran penjualan (budget penjualan) adalah budget yang merencanakan secara terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas), barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga , waktu serta tempat (daerah) penjualannya. Dari pengertian tersebut, menjelakan bahwa budget penjualan hanya merupakan salah satu bagian dari seluruh rencana perusahaan di bidang pemasaran. Beberapa rencana perusahaan di bidang pemasaran yang lain adalah : - Rencana tentang sasaran / tujuan pemasaran - Rencana tentang organisasi penjualan - Rencana tentang saluran distribusi, biaya distribusi, media promosi - Rencana tentang pengembangan produk Penyusunan konsep anggaran penjualan dapat dikatakan mencakup kegiatan bidang penjualan. Komponen pokok konsep anggaran perusahaan adalah : a. Dasar penyusunan anggaran : - menyusun tujuan perusahaan - menyusun strategi perusahaan - menyusun forecast penjualan b. Menyusun anggaran penjualan : - anggaran promosi dan advertensi - anggaran biaya-biaya penjualan - rencana penjualan 2. KEGUNAAN ANGGARAN PENJUALAN Secara umum, semua budget termasuk budget penjualan, mempunyai tiga keguaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, sebagai alat pengawasan kerja yang membantu manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan. Secara khusus, budget penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua budget dalam perushaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, budget penjualan harus disusun paling awal dari semua budget yang lain. 3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN Suatu budget dapat berfungsi dengan baik jika taksiran yang termuatcukup akurat, sehingga tidak berbeda dengan realisasinya nanti. Untuk bisa melakukan penaksiran dengan baik dibutuhkan data, informasi dan pengalaman yang merupakan factor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun suatu budget. Adapun factor yang perlu dipertimbangkan adalah : a. Faktor-faktor interen, yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan. Faktor tersebut antara lain : · Penjualan tahun-tahun yang lalu (kualitas, kuantitas, harga, waktu, tempat penjualan). · Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, mislnya pemilihan saluran distribusi, media promosi, metode penetapan harga · Kapasitas produksi serta kemungkinan perluasan · Tenaga kerja yang dimiliki : jumlah, keterampilan · Modal kerja yang dimiliki serta kemungkinan penambahan di waktu yang akan datang · Fasilitas yang dimiliki b. Faktor-faktor eksteren yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan tetapi mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan, antara lain: · Keadaan persaingan · Posisi dalam persaingan di pasar · Pertumbuhan penduduk · Penghasilan masyarakat · Elastisitas permintaan terhadap harga barang · Agama, adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat · Kebijaksanaan pemerintah (bidang politik, ekonomi, social, budaya, keamanan) serta keadaan perekonomian Langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun anggaran penjualan adalah : a. Penentuan Dasar Anggaran · Penentuan relevant variable yang mempengaruhi penjualan · Penentuan tujuan umum dan khusus yang diinginkan · Penentuan strategi pemasaran yang dipakai b. Penyusunan Rencana Penjualan · Analis ekonomi dengan mengadakan proyeksi terhadap aspek makro, misalnya : moneter, kependudukan, kebijaksanaan pemerintah, teknologi. · Melakukan analisa industri, digunakan untuk mengetahui kemampuan masyarakat menyerap produk sejenis yang dihasilkan oleh industri. · Melakukan analisa prestasi penjualan yang lalu, unutk mengaetahui posisi perusahaan pada masa lalu. · Analisa penentuan prestasi penjualan yang akan datang, untuk mengetahui kemampuan perusahaan mencapai target penjualan di masa depan, dengan memperhatikan : bahan mentah, TK, kapasitas produksi, keadaan permodalan · Menyusun forecast penjualan · Menentukan jumlah penjualan yang dianggarkan · Menghitung laba/rugi yang mungkin diperoleh · Mengkomunikasikan rencana penjualan yang telah disetujui pada pihak yang berkepentingan. .BAB III KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen yang berkaian erat dengan pengendalain,dimana perencanaan yang sudah dipersiapkan dengan baik tidak akan ada manfatnya tanpa adanya pengendalian. Perencanaan dan pengendalian berkaitan erat degan anggaran 2. Pengertian anggaran (budget) penjualan ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu ,yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas), barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga , waktu serta tempat (daerah) penjualannya. 3. Anggaran penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua anggaran dalam perushaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, anggaran penjualan harus disusun paling awal dari semua budget yang lain. 4. Faktor yang memengaruhi dalam penyusunan anggaran penjualan A. Faktor interen Adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Yang dapat berupa: Penjualan tahun –tahun lalu, kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, kapasitas produksi dll). B. Faktor Ekstern Faktor ekstern meliputi, data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi memiliki pengaruh terhadap kehidupan perusahaan.Yang dapat berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, perekonomian nasional, berbagai kebijakan pemerintah dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar